
Konferensi Waligereja Filipina mengatakan rehabilitasi daerah yang terkena dampak Topan Haiyan akan menjadi prioritas para pemimpin Gereja dalam beberapa bulan ke depan.
Uskup Agung Socrates Villegas, ketua presidium Konferensi Waligereja Filipina, Sabtu, mengatakan prakarsa Gereja “harus bergerak maju dari bantuan logistik kepada rehabilitasi, dengan program-program pembangunan.”
Uskup Agung Villegas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kebutuhan mendesak dari orang di Filipina tengah dituntut “kesederhanaan gaya hidup” bagi semua orang untuk membantu “pengungsi dan korban topan yang berduka.”
Caritas Manila, lembaga karya sosial Keuskupan Agung Manila, mengumumkan bahwa lebih dari 100.000 paket makanan bantuan telah disalurkan kepada para korban Haiyan di Provinsi Samar dan Propvinsi Leyte.
Pastor Anton Pascual, direktur eksekutif Caritas Manila, mengatakan pihaknya sudah menerima US $ 1,4 juta sumbangan uang tunai dan US $ 183.000 dalam bentuk barang.
Pastor Pascual mengatakan pihaknya juga terus meminta banyak sumbangan karena ada sekitar 1,7 juta orang di sejumlah provinsi di bagian tengah yang masih memerlukan kebutuhan pokok.
Imam itu mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk membangun kapel, rumah, sekolah, dan membeli peralatan pertanian.
Sementara itu Uskup Aukslier Manila Mgr Broderick Pabillo, menegaskan kembali seruannya kepada pemerintah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam menangani sumbangan untuk korban topan.
“Kami meminta pemerintah untuk bersikap transparan dan jujur,” kata Uskup Pabillo, seraya menambahkan bahwa bantuan dana di masa lalu untuk para korban namun mereka tidak mendapatkan bantuan tersebut.
Keuskupan Agung Palo, Provinsi Leyte mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan “Hari Doa dan Peringatan” bagi korban topan pada 8 Desember, Hari Raya Santa Perawan Maria Tanpa Dosa dan tepat sebulan setelah Topan Haiyan melanda negara itu.
Pastor Amadeo Alvero, juru bicara keuskupan agung itu, mengatakan pelayanan pemakaman ekumenis akan diselenggarakan untuk semua korban bencana.
Dia mengatakan setiap pojok jalan di semua paroki akan disiapkan sarana dimana orang dapat menulis nama-nama semua orang yang tewas dalam bencana tersebut. Doa peringatan juga akan diadakan di kuburan massal.
Badan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Dewan Manajemen menyampaikan data terakhir bahwa jumlah korban tewas dari Topan Haiyan naik menjadi 5.719 orang, 26.233 cedera, dan 1.779 masih hilang.
Sumber: Philippine bishops make typhoon rehabilitation top priority