kkkkkk

Caritas diharapkan bentuk di Cina



06/12/2013 Cina merupakan sebuah gap yang besar dalam operasi global Caritas Internationalis, sebuah lembaga sosial Gereja Katolik, dimana banyak orang mendapat manfaat dari layanan lembaga ini, demikian ungkap Michael Roy, sekretaris jenderal Caritas Internationalis. “Dalam peta jaringan Caritas di seluruh dunia, Cina tidak bisa begitu saja diabaikan,” kata Roy. Roy mengatakan bahwa Caritas Internationalis, yang bermarkas di Roma, tetapi memiliki kantor operasi di seluruh Asia. Caritas akan mendukung mitranya di Cina karena pihaknya tidak bisa mengabaikan fakta bahwa “banyak orang di Cina masih hidup dalam kemiskinan” dan Gereja di sana, “dibatasi maka Caritas mungkin memiliki peranan penting”. Komentarnya muncul dalam sebuah pertemuan tiga hari lembaga amal itu yang dimulai pada 30 November di Taipei, termasuk wakil-wakil dari daratan Cina dan para pejabat dari organisasi Caritas di Hong Kong, Macau dan Taiwan, serta negara-negara lain yang memiliki proyek-proyek di Cina. Satu dari tujuh orang di Cina yang berjumlah sekitar 1,3 miliar hidup dalam kemiskinan, demikian Roy. “Caritas memiliki kewajiban” sebagai sebuah organisasi Katolik untuk membantu Cina menunjukkan kepedulian bagi yang membutuhkan. Anthony Lam Sui-ki, peneliti senior Pusat Studi Roh Kudus di Hong Kong dan menjadi pembicara dalam forum itu, mengatakan Cina bisa menjadi kontribusi besar dengan memungkinkan keterlibatan yang lebih besar dari Caritas. Pastor Michael Yeung, direktur eksekutif Caritas Hong Kong, kurang optimis tentang kesempatan bagi Caritas dibentuk di daratan itu. Kelompok Caritas harus dibentuk oleh Konferensi Waligereja negara itu yang berada dalam persekutuan dengan Takhta Suci, kata Pastor Yeung, seraya menambahkan bahwa pada saat ini prospek lembaga itu di Cina tidak mungkin. Meskipun tidak ada badan Caritas disana, beberapa badan amal Katolik lainnya di Cina terus memberikan pelayanan bagi orang yang membutuhkan, kata Uskup Isao Kikuchi, ketua Caritas Asia, kepada forum itu, seraya menambahkan bahwa diskusi mereka bertujuan untuk memberdayakan kelompok-kelompok tersebut saat ini. Pihak berwenang Cina “sangat sensitif … Tapi tujuan kami adalah hanya untuk membantu kemanusiaan,” kata uskup Jepang. Sumber: Caritas aims to establish China presence