29/11/2013

Seorang hakim Prancis mendapat lampu hijau dari Aljazair untuk melakukan otopsi terhadap tengkorak tujuh biarawan Trapis asal Prancis yang diculik pada 1996 dan dipenggal di negara itu
Hal itu disampaikan oleh pengacara dari keluarga para biarawan tersebut, Kamis (29/11), seperti dilansir satuharapan.com.
Namun, hakim antiteror Marc Tredivic tidak mendapat izin untuk mendengarkan kesaksian dari para saksi saat kunjungan selanjutnya ke Aljazair, ungkap Patrick Baudoin, pengacara keluarga biarawan tersebut.
Persidangan dan otopsi terhadap mereka merupakan poin penting dari permintaan resmi yang disampaikan pada Desember 2011 kepada Aljazair, yang mencari bantuan atas kasus tersebut.
“Akan ada pembongkaran makam dan otopsi yang dilakukan terhadap tengkorak para biarawan,” ungkap Baudoin, seraya menambahkan bahwa hal tersebut akan dilakukan tahun depan.
Para biarawan Trapis diculik pada Maret 1996 dari biara terpencil mereka. Kemudian kepala mereka ditemukan, namun tubuh-tubuh mereka tidak diketahui.
Mereka dikuburkan di biara tersebut.
Sejumlah kritikus telah lama mencurigai kesaksian versi pejabat Aljazair dan Prancis bahwa para biarawan tersebut dibunuh oleh Armed Islamic Group (GIA) di puncak kekerasan selama satu dekade yang menewaskan lebih dari 150.000 orang.